Jalan Lantang
Setapak demi setapak
Kulalui dengan terseok-seok
Nafas kian terangah
Keringat mengucur deras
Sang Surya masih berdikari diatas cakrawala
Suara keras ditengah kepenatan
Hingar bingar kota mati karena pandemi
Tak ada yang tahu siapa yang menumpu
Demi sebuah asa dalam perjuangan
Wahai tuan, wahai Puan!
Kami sudah gusar
Kami sudah lelah
Usikan yang menderu-nderu
Sepanjang hidup ini
Mampukah kalian dengar?
Walau hanya sekilas hembusan angin?
(Iqbal Maulana)

Yes, kami sudah gusar
ReplyDelete